"Tadi ada warga yang mengira harus bayar agar rumahnya di-fogging. Makanya ada yang lari masuk rumah dan pintunya ditutup. Padahal fogging ini kan gratis," ujar Ketua DPW Rescue Perindo Jateng, Mochsin Anwar, di sela fogging, Minggu (21/5/2017).
Setelah mengetahui fogging itu tanpa memungut biaya, warga langsung antusias membuka pintu untuk mempersilakan petugas masuk.
Tim rescue dengan pakaian oranye itu pun menyemprotkan asap fogging ke berbagai tempat bagian rumah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
"Awalnya kan enggak tahu kalau gratis, karena biasanya kalau ada fogging itu harus bayar. Makanya saya sangat bersyukur rumah saya bisa difogging secara gratis," tutur Arum, warga RW 7 Kelurahan Jagalan.
Tim Rescue Perindo Jateng bertekad untuk menciptakan masyarakat yang sehat dengan cara membasmi demam berdarah. Kegiatan fogging tak hanya dilakukan di kota-kota besar tetapi juga berbagai daerah lainnya.
(nag)
Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2q8dhI3
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dikira Bayar, Warga Sempat Tutup Pintu saat Fogging Perindo Datang"
Post a Comment