
Dari informasi yang diperoleh di lapangan, alat berat yang dibakar itu milik Iton (45) warga Desa Bukit Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu. Saat ratusan warga membakar alat berat sang pemilik langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Puas membakar alat berat tersebut,ratusan warga langsung pulang.
Kapolres Merangin AKBP I Akade Utama Wijaya melalui Kapolsek Sungai Manau Iptu Didih Engkas membenarkan ada pembakaran alat berat oleh warga. “Warga sudah resah dengan maraknya aktivitas penambangan emas liar di wilayah hutan adat . Saking kesalnya akhirnya warga membakar alat berat tersebut,” jelas Iptu Didih Engkas, Jumat (9/2/2018).
Kapolsek menjelaskan, untuk aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah masih ada, namun tidak seperti dulu lagi. Di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sungai Manau dan Pangkalan Jambu terdapat banyak aktivitas penambangan yang menggunakan alat berat.
“Untuk saat ini satu atau dua alat memang masih ada di wilayah saya, namun untuk memberantasnya kami selalu terbentur dengan warga yang selalu mendukung aktivitas penambangan emas liar. Namun, kami selalu mengimbau warga tentang bahaya dengan adanya aktivitas penambangan emas ilegal,” pungkasnya.
(wib)
Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2sjm3cu
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kesal Hutan Adat Dijadikan Penambangan Emas Liar, Ratusan Warga Bakar Eskavator"
Post a Comment