Search

UMP Sulut Rp2,8 Juta Sudah Dikaji Mendalam

MANADO - Pemerintah Provinsi Sulut akhirnya menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulut tahun 2018 sebesar Rp2.824.286 melalui Pergub Sulut Nomor 48 tanggal 31 Oktober 2017.

Pergub yang ditandatangani Gubernur Sulut Olly Dondokambey itu salah satunya mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Begitu juga sesuai dengan Keppres No107 tahun 2014 yang menyatakan pemerintah dalam hal ini gubernur berwenang menetapkan UMP dengan mempertimbangkan rekomendasi dewan pengupahan.

Sedangkan hal-hal yang menyangkut pengawasan dalam penerapan UMP dan pemberian sanksi bagi perusahaan yang tidak melaksanakan peraturan gubernur ini diserahkan kepada instansi teknis yang membidangi ketenagakerjaan di provinsi dan kabupaten serta kota.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erni Tumundo menjelaskan, UMP yang sudah ditetapkan gubernur sudah dikaji mendalam oleh Dewan Pengupahan Provinsi dengan mempertimbangkan PDB dan Inflasi Nasiojal dan Provinsi Sulut.

Menurut Erni, harapan bagi pengusaha dan pekerja atau buruh bahwa gubernur menetapkan upah minimum sebagai jaring pengaman dan upah minimum adalah upah bulanan terendah berdasarkan kebutuhan hidup layak dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

“Jadi dengan ditetapkan UMP diharapkan para pelaku usaha dapat patuh pada pergub ini dan bagi pekerja dan buruh untuk dapat meningkatkan produktivitas sehingga perusahaan berkembang dan mampu membayarkan upah kepada pekerja,” katanya, Rabu (1/11/2017).

Sedangkan sanksi bagi pelaku usaha yang tidak membayar yaitu sanksi administrasi berupa teguran tertulis dan bisa sampai pada tingkat pemberhentian kegiatan usaha.

Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulut, Andy Sumual bersama Robert Najoan (Sekretaris), dan Fredy Runtung (Bendahara) mengatakan, jika melihat besaran UMP 2018 yangg ditetapkan melalui Pergub No48 tanggal 31 Oktober 2017 nilainya mengikuti aturan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 78 Tahun 2015.

“Kami yakin pak gubernur sudah pula mempertimbangkan masukan dan rekomendasi Dewan Pengupahan,” kata Andy Sumual yang disampaikan Sekretarisnya Robert Najoan.

Dikatakan, besaran UMP tentu mempertimbangkan kebutuhan hidup layak seorang karyawan disandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

“Tapi ada tuntutan yang tidak kalah pentingnya bagi pekerja yakni soal produktivitas. Jika karyawan produktif, outputnya adalah konsistensi atau malah pertumbuhan positif produksi atau omzet bagi pengusaha. Nah apakah ini sudah berimbang?,”tanyanya.

Lagi-lagi kata Robert Najoan, pengusaha tidak akan terlalu bergumul dengan cost yang kenyataannya jarang sekali turun tapi malah cenderung naik.

Let's block ads! (Why?)



Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2z3Saz8

Bagikan Berita Ini

0 Response to "UMP Sulut Rp2,8 Juta Sudah Dikaji Mendalam"

Post a Comment

Powered by Blogger.