Rinciannya, serapan di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan baru 41, 4%, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang sekitar 41,6%.
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menuturkan, pihaknya berupaya menuntaskan sejumlah proyek pembangunan hingga akhir tahun. Dengan sisa waktu yang ada masih memungkinkan untuk bisa menyelesaikan proyek-proyek fisik, termasuk dalam pengendalian banjir.
Pemkot, katanya, di tiap akhir tahun selalu mengevaluasi semua proyek yang belum selesai, tertunda atau proyek yang sudah diselesaikan.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga menegaskan serapan anggaran untuk proyek fisik tetap terserap dan dikerjakan sampai saat ini. Kebanyakan kontraktor atau pelaksana proyek baru mengambil uang mereka di akhir tahun.
"Jadi bukan tidak dikerjakan, itu sudah jalan, tapi pelaksana proyek belum ambil uang, jadi terlihat belum terserap," ucapnya.
(zik)
Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2n2vxX4
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Macetnya Proyek Fisik Bisa Jadi Penyebab Banjir di Surabaya"
Post a Comment