Bayi mungil itu bernama Hazrensyira Firzanqayya Amharsyah, anak pasangan Amir dan Suriah. Meski baru lahir pada 19 November, namun bayi yang dipanggil Ensy itu telah puputan atau tali pusarnya terlepas.
"Sampai saat ini bayi Ensy masih di rumah tetangga tempatnya mengungsi. Tadi memang sempat dievakuasi karena rumahnya terendam banjir," kata Ketua Kelurahan Siaga Bencana (KSB) Beringin, Nerys Santana, Rabu (22/11/2017).
Meski banjir telah surut, namun menyisakan lumpur dan sampah di permukiman termasuk rumah Ensy. Hingga kini, orangtua dibantu warga dan relawan tengah membersihkan material sampah dan lumpur di dalam rumah. "Rumahnya masih dibersihkan, Ensy masih di rumah tetangga," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, sekira 100 rumah warga terendam banjir akibat tanggul Sungai Beringin jebol sepanjang 15 meter. Arus banjir dengan cepat mengalir ke persawahan dan rumah-rumah warga termasuk jalan kampung hingga setinggi satu meter.
(pur)
Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2zYoOSF
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Bayi Tiga Hari Dievakuasi dari Banjir Bandang di Semarang"
Post a Comment