“Desa Besakih ini seperti desa mati, tidak ada aktivitas warga sama sekali," ungkap Komandan Emergency Respon Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kusmayadi kepada wartawan, Senin (27/11/2017).
Kondisi kawasan ini, lanjut Kusmayadi, juga sudah mulai ditutupi abu vulkanik dari Gunung Agung. "Jarak pandang di darat hanya 300 meter saja. Abu menyebabkan mata pedih dan sesak napas," ungkapnya.
Tim ACT yang melakukan penyisiran dan upaya evakuasi terpaksa harus berbekal masker untuk mencegah abu terhirup. Pura yang menjadi salah satu objek wisata andalan Bali itu memang masuk KRB III, 6-7,5 KM atau zona merah/bahaya.
Dalam radius tersebut, menurut Kusmayadi, seluruh wilayah tersebut harus dikosongkan. "Alhamdulillah masyarakat patuh dan mengikuti himbauan tersebut," tandasnya.
(wib)
Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2iVVmTW
Bagikan Berita Ini
0 Response to "ACT Sisir Zona Merah, Jalur Wisata Pura Besakih Bak Kota Mati"
Post a Comment