Salah seorang siswa, Wira mengaku, ketika minum susu coklat itu, rasanya memang asam dan kecut, tidak manis seperti biasanya. Setelah minum, awalnya memang tidak ada keluhan. Namun setelah 3-4 jam, perutnya terasa sakit. Hal yang sama diungkapkan temannya, Navisa. “Setelah minum susu, rasanya mual dan pusing,” kata Navisa.
Guru SD Pandanrejo 1, Andik Widianto mengatakan, pembagian susu gelas itu merupakan program rutin dari Dinas Pendidikan Kota Batu yang diberikan setiap hari Rabu untuk menambah nutrisi siswa. Program ini telah berjalan lebih dari satu tahun dan baru kali ini diduga membuat siswa keracunan.
Andik menyebutkan, ada 214 siswa yang mengonsumsi susu gelas produksi KUD Batu itu, Rabu (6/9/2017). Namun yang mengeluh sakit perut, mual dan pusing, hanya sekitar 20 siswa. Dari sisi produksinya, susu masih layak dikonsumsi hingga 8 September 2017 atau belum kedaluwarsa. “Pertama ada 16 orang siswa yang mengeluh sakit perut, mual dan pusing. Lalu menyusul empat orang sehingga total ada 20 siswa yang mengeluhkan sakit perut setelah minum susu,” kata Andik Widianto.
Sementara dokter Puskesmas Bumiaji, Rinda Rihadini mengaku belum bisa menentukan penyebab pasti siswa mengalami sakit perut, mual dan pusing, sebelum hasil sampel uji susu dari laboratorium resmi keluar. Namun untuk sementara, para siswa diberikan obat penawar keracunan. “Tapi dari sampel susu nggak ada masalah. Kalau sekarang, kondisi para siswa kami observasi dulu. Kami kasih obat untuk mengeluarkan racun dulu. Kalau kondisi siswa tidak juga membaik, kami akan rujuk ke rumah sakit terdekat,” paparnya.
(mcm)
Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2f30ZxL
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Puluhan Siswa SD di Kota Batu Diduga Keracunan Setelah Minum Susu"
Post a Comment