Seperti diketahui, pada Pilgub DKI Jakarta Gerindra semula menetapkan Sandiaga Uno sebagai calon gubernur. Kemudian, PKS menyodorkan nama Mardani Ali Sera untuk bersanding dengan Sandiaga sebagai calon wakil gubernur.
Namun, tepat beberapa jam sebelum mendaftar di hari terakhir pendaftaran paslon di KPU DKI, Gerindra-PKS mengumumkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai paslon di Pilgub DKI. PKS berbesar hati karena kadernya gagal bertarung di Pilgub DKI.
Pengalaman di Pilgub DKI tersebut mendasari prediksi Gerindra akan menyerahkan penentuan paslon di Pilgub Jabar kepada PKS. Hal itu diperkuat dengan pernyataan Presiden PKS M Sohibul Iman yang mengklaim PKS dan Gerindra sepakat mengusung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu, meski hal itu langsung dibantah Gerindra.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi membantah prediksi tersebut. Menurut dia, penentuan paslon bukan menjadi keputusan salah satu partai, melainkan keputusan bersama koalisi partai.
Bahkan, Mulyadi mengatakan, kalaupun PKS mengklaim menjadi penentu paslon di Pilgub Jabar, pihaknya memandang hal tersebut hanyalah harapan yang diinginkan PKS.
"Kalau PKS misalnya ada statement seperti itu (menjadi penentu paslon), itu mungkin materi yang di-propose, diusulkan PKS ke Gerindra, tapi kan tidak semua proposal bisa diakomodir kan?" kata Mulyadi di sela-sela Rapat Koordinasi Badan Pemenangan Pemilukada (BAPPDA) dan Pengarahan Calon Kepala Daerah Tahun 2018 dari DPD Partai Gerindra Jabar di Hotel Aston Pasteur, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Kamis (3/8/2017).
Mulyadi menuturkan, Gerindra dan PKS memang memiliki sejarah dalam menghadapi pertarungan politik mulai dari tingkat nasional sampai akar rumput. Bukan cuma koalisi, tapi dua partai ini disebutnya sudah bersekutu.
"Saya pertegas lagi. Kami hormati pernyataan Pak Sohibul, tapi mungkin itu mekanisme internal PKS. Gerindra langsung respons dan kami sampaikan keputusan pasangan itu belum lewat koalisi. Itu hanya dalam tataran partai," jelasnya.
Dia menambahkan, Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Gerindra Jabar yang menelurkan nama dirinya untuk maju ke Pilgub Jabar sudah disepakati langsung Prabowo Subianto. Sebab, orang nomor satu di Partai Gerindra itu menginginkan kader internal bertarung di Pilgub Jabar.
Sebelumnya diberitakan, pakar politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Firman Manan mengatakan, meskipun DPW PKS Jabar sudah mengajukan dua nama, yakni Netty Heryawan dan Ahmad Syaikhu lewat Pemilihan Raya (Pemira), namun peluang untuk mencari sosok lain masih terbuka lebar. Terlebih, PKS kemungkinan besar akan menjadi penentu pasangan calon di Pilgub Jabar setelah partai koalisinya, Gerindra menjadi penentu di Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Firman menekankan, tugas PKS saat ini adalah kembali melakukan konsolidasi internal. PKS harus membangun soliditas yang kuat di internalnya, agar kandidat cagub Jabar yang akan diusung didukung penuh seluruh kader PKS. (Baca juga: PKS Perlu Evaluasi Ulang Kandidat Cagub Jabar).
(zik)
Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2vvZ2E3
Bagikan Berita Ini
0 Response to "PKS Disebut Penentu Paslon di Pilgub Jabar, Ini Respons Gerindra"
Post a Comment