Jasril (46) salah satu pemudik yang akan kembali ke Batam menyatakan dirinya sudah menunggu Kapal Roro sejak Jumat, 30 Juni 2017. Namun pihak Roro yakni kapal KMP Lome menyatakan ada kerusakan dan belum tau kapan kapalnya datang.
"Saya seharusnya berangkat 5 hari lalu, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. KMP hanya satu satunya kapal pengangkut kendaraan ke Batam," ucap Jasril, Selasa (4/7/2017).
Dia menjelaskan, karena tidak ada kepastian kepergian, saat ini sekitar 60 mobil sudah menumpuk di Buton dengan tujuan Pelabuhan Gajah Punggur, Batam.
Para pemudik yang hendak membawa kembali mobil menyatakan sangat kebingungan tidak tau tempat bertanya. Tidak ada petugas resmi baik dari ASDP Syahbandar dan pihak kapal sendiri.
"Yang ada hanya satu petugas itu pun tidak resmi dan tidak tahu banyak tentang keberangkatan kami. Kami di sini terlantar. Mau pulang, tidak ada yang menunggui mobil," ucap warga Batu Aji.
Minimnya fasilitas di Pelabuhan Buton menambah nasib puluhan pemudik yang akan menyeberangkan kendaraannya ke Batam semakin sengsara.
"Di sini fasilitas minim, air bersih susah. Makanan serba mahal, tempat istirahat yang layak tidak ada, listrik minim. Kami hanya minta kejelasan kepada pengelola kapan kami bisa berangkat. Seharusnya saya sudah kembali bekerja beberapa waktu lalu," pintanya.
(nag)
Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2ukonNl
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kapal Rusak, Pemudik asal Batam Terlantar di Siak"
Post a Comment