Selain itu ditemukan juga senjata tajam, laptop, hardisc eksternal, telepon seluler (ponsel), dokumen-dokumen tentang ajaran agama di kamar kontrakan Ade di Jalan Caringin, Gang Karya Bakti, Kampung Cikungkurak, RT 4/4, Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.
Penggeledahan berlangsung selama satu jam di kontrakan milik H Rohim, warga Kompleks Colerang Blok C49, Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, dari pukul 17.00 hingga 18.00 WIB. Selain Densus 88 dan Polda Jabar, penggeledahan di kontrakan yang berada di gang sempit tersebut, juga melibatkan Tim Inafis Polrestabes Bandung.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus di lokasi penggeledahan memaparkan, terduga teroris Ade Arif Suryana, Agus Wiguna, dan Kodar (terduga teroris yang ditangkap di Tasikmalaya), telah beberapa kali membuat bom panci. Pada Mei 2017 lalu, mereka hendak meledakkan bom panci di sebuah rumah makan di Astanaanyar. Namun, bom itu tidak meledak. Pada Rabu (5/7/2017), mereka kembali membuat bom panci 90 miligram.
“Namun karena belum sempurna, ledakan yang terjadi hanya berupa asap. Terakhir mereka membuat bom panci yang meledak sendiri di Sekejati, Buahbatu pada Sabtu (8/7/2017),” kata Kombes Pol Yusri Yunus.
Ade Arif Suryana merupakan teman dekat Agus Wiguna dan Kodar. Ade ditangkap di Jalan Cilengkrang 1, dekat Kolam Renang Karunia Dewi, Kelurahan Cibiru, Kota Bandung pada Selasa (11/7/2017), sekitar pukul 13.30 WIB. Berdasarkan penyelidikan, Agus, Ade, dan Kodar, telah merencanakan melakukan teror.
Peran Ade, pria kelahiran Cianjur 19 Desember 1992, warga Kampung Babakan Sayong, RT 03/05, Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur ini, dalam kelompok tersebut merupakan perencana teror. Densus 88 mencurigai, tiga bilah pisau yang ditemukan di kamar kontrakan Ade akan digunakan untuk menyerang polisi.
“Kami juga menemukan paspor atas nama Ade Arif Suryana yang diduga akan digunakan melarikan diri setelah aksi teror dilaksanakan. Agus, Ade, dan Kodar merupakan sel baru jaringan teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung,” ujar dia.
Soal keterkaitan kelompok ini dengan JAD Bandung Raya yang meledakkan bom panci di Cicendo, Kota Bandung, beberapa waktu lalu, Yusri menandaskan, masih didalami. “Yang pasti, Agus, Ade, dan Kodar berencana meledakkan bom panci di sebuah gereja di Buahbatu, kafe di Jalan Braga, dan rumah makan di Astanaanyar. Mereka merencanakannya bersama-sama. Sedangkan bom panci dirakit oleh Agus yang dipelajarinya dari internet,” tandas Yusri.
Sementara itu, Ketua RW 04, Kelurahan Margahayu Utara Dede Khaeruzaman mengatakan, Ade Arif Suryana tak melapor ketika tinggal di kamar kontrakan milik Rohim. Ade baru dua bulan menempati kamar kontrakan itu. Karenanya, warga sekitar sama sekali tak mengenal Ade. Yang bersangkutan juga tak pernah bersosialisasi dengan warga.
“Yang kami tahu, dia bekerja sebagai cleaning service di sebuah pabrik spring bed Big. Namun dia keluar dari pekerjaan itu seminggu sebelum bom panci di Buahbatu meledak. Ade berencana beralih profesi menjadi pedang bakso,” tutur Dede.
(mcm)
Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2uiOsQ9
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Densus Temukan Bahan Bom di Kamar Terduga Teroris Ade"
Post a Comment