Search

Misteri Syekh Junaedi Randusanga Wali Penyebar Islam di Brebes

Kelurahan Randusanga Wetan, Kabupaten Brebes, tak hanya dikenal karena keberadaan obyek wisata Pantai Randusanga Indah dan kuliner lautnya. Tetapi juga karena keberadaan makam keramat yang berada di kawasan permukiman di pesisir Laut Jawa itu.
Misteri Syekh Junaedi Randusanga Wali Penyebar Islam di Brebes
Makam keramat itu diyakini sebagai peristirahatan terakhir seorang waliyullah bernama Syekh Junaedi. Lokasi makam yang ramai didatangi peziarah pada hari-hari tertentu ini berada di tengah-tengah areal tambak milik warga.

Penanda keberadaan makam ini berupa papan dari kayu yang ditancapkan di tepi jalan desa. Sebelum sampai di kompleks makam, peziarah harus melewati jalan setapak yang membelah tambak-tambak.

Syekh Junaedi dipercaya sebagai ulama penyebar Islam di wilayah Brebes khususnya di wilayah pesisir.
Sosoknya diperkirakan hidup satu masa dengan Walisongo. Sayangnya tak banyak cerita ihwal perjalanan hidup dan kegiatan penyebaran Islam yang dilakukannya.

Juru kunci makam Syekh Junaedi, Syakhur Romli (81) mengatakan, warga di sekitar makam hanya mengetahui keberadaan Syekh Junaedi setelah dimakamkan.

"Ke sini kapan dan berapa lama tinggal, dimakamkan kapan, kurang tahu. Tahunya sudah ada makamnya," kata Syakhur saat ditemui KORAN SINDO, Sabtu 27 Mei 2017.

Menurut Syakhur, keberadaan makam awalnya diketahui saat warga penasaran dengan burung-burung yang jatuh saat terbang di atas areal makam yang saat itu masih berupa rawa-rawa. Setelah berupaya mencari penyebabnya, warga hanya mendapati gundukan tanah yang ternyata adalah sebuah makam.

"Itu katanya kalau ada burung terbang, jatuh. Kemudian dicari ada apanya. Ternyata tidak ada apa-apa. Hanya ada tempat yang lain dari pada yang lain. Gundukan tanah. Terus dirawat sampai sekarang ini," ceritanya.

Dari cerita yang didapat Syakhur, Syekh Junaedi berasal dari Baghdad. Kedatangannya ke Randusanga konon setelah wilayah itu ditinggalkan Walisongo ke Cirebon. Pernah singgahnya Walisongo itu juga menjadi asal usul nama Randusanga.

"Randusanga itu berasal dari randu dari kata randa, artinya bekas. Jadi bekas musyawarah Walisanga. Kenapa Randusanga disebut bekas musyawarah walisanga, sebab saat Syekh Junaedi datang, Walisanga sudah berangkat. Tinggal bekasnya," ungkapnya.

Sebagai juru kunci, Syakhur pernah beberapa kali didatangi sosok yang diyakininya sebagai Syekh Junaedi di dalam mimpi. Dari mimpi yang dialaminya, dia menggambarkan sosok Syekh Junaedi memiliki tubuh tinggi, berhidung mancung seperti kebanyakan orang Arab, dan memakai sorban.

"Pernah dalam satu mimpi saat sudah jadi juru kunci, saya diberi yasin. Yasinnya panjang seperti buku absen. Kertasnya kuning," ungkap juru kunci kesembilan ini.

Nama Syekh Junaedi juga dipercaya orang-orang dari mimpi salah satu juru kunci. Tidak ada yang mengetahui nama aslinya, termasuk asal-usul namanya.

"Beliau juga tidak diketahui keturunannya, atau silsilahnya. Setahu saya tidak ada keturunannya. Di sini hanya ada makam beliau saja," ujar Syakhur.

Let's block ads! (Why?)



Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2qxgO2E

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Misteri Syekh Junaedi Randusanga Wali Penyebar Islam di Brebes"

Post a Comment

Powered by Blogger.