"Pakaian yang digunakan sehari-hari ada di saung di kebun miliknya. Sedang dua setel baju koko yang biasa disimpan tidak ada. Jadi dugaan kita orang ini sedang melakukan tapa di salah satu tempat di Gunung Sanggabuana. Setiap bulan Maulid dia memang sering melakukan pertapaan di gunung untuk menambah ilmunya karena dia memang hobinya seperti itu," kata Kapolsek Pangkalan AKP Agus Wahyudin, kepada KORAN SINDO, Rabu (14/12/2016).
Menurut Agus, pihaknya sudah menurunkan tim pencarian begitu mendapatkan laporan dari pihak keluarga. Kendati sudah mengetahui kebiasaan Rasmi, pihak keluarga tetap khawatir dengan kondisi Rasmi yang sudah lebih satu bulan tidak juga pulang.
Sejumlah anggota Polsek Pangkalan dan Tim SAR serta relawan dari aktivis lingkungan hingga kini masih melakukan pencarian. "Daerah pencarian kita perluas dan lokasi yang diperkirakan dijadikan tempat pertapaan kita datangi tapi masih nihil," katanya.
Agus mengatakan, area pegunungan Sanggabuana sangat luas. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah tim pencari. Agus berharap masyarakat sekitar pegunungan juga bisa ikut membantu melakukan pencarian. Bantuan masyarakat pengunungan ini penting karena mereka mengenal kondisi alam pegunungan Sanggabuana.
Diberitakan sebelumnya, Rasmi (50), penyandang tunarungu yang merupakan warga Kampung Tegal Deeng RT 03/01 Desa Medalsari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, hilang di hutan belantara pegunungan Sanggabuana, Karawang Selatan.
(zik)
dibaca 165x
Pengen baca lanjutan nya buka link di samping : http://ift.tt/2hs67hd
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Tunarungu yang Hilang di Sanggabuana Diduga Bertapa"
Post a Comment